Membandingkan

Ausbildung atau kuliah di Jerman: mana yang cocok untukmu?

Kuliah di Jerman terdengar bergengsi. Ausbildung terdengar kurang keren. Tapi untuk banyak anak muda Indonesia, Ausbildung justru jalan yang lebih cepat, lebih murah dan lebih pasti menuju pekerjaan tetap di Jerman. Ini perbandingan yang jujur.

Cara kami menulis panduan ini: setiap informasi hukum kami cek dengan sumber resmi Jerman, seperti Kementerian Luar Negeri Jerman, Badan Tenaga Kerja Jerman, portal Make it in Germany dan BIBB, lalu kami lengkapi dengan pengalaman dari lebih dari 320 Ausbildung yang sudah kami dampingi. Informasi ini bersifat umum dan bukan nasihat hukum.

Perbedaan paling penting: siapa yang membayar

Saat kuliah, kamu yang membayar hidupmu. Untuk visa pelajar, kamu harus menunjukkan 11.904 euro per tahun (992 euro per bulan) di rekening blokir, pada 2026 sekitar Rp 240 juta, sebelum berangkat. Ditambah biaya semester sekitar 100 sampai 350 euro.

Saat Ausbildung, perusahaan membayarmu. Dari bulan pertama kamu menerima gaji Ausbildung: di industri rata-rata 1.266 euro kotor per bulan, untuk teknolog susu bahkan 1.463 euro (BIBB, 2025). Rekening blokir biasanya tidak diperlukan jika gajimu minimal 1.048 euro kotor.

AusbildungKuliah
UangKamu dibayar setiap bulanKamu membayar: rekening blokir 11.904 euro per tahun
Sebelum mulaiLangsung, dengan ijazah 12 tahun dan B1Dengan ijazah SMA Indonesia biasanya dulu Studienkolleg (dua semester) dan ujian
Lama2 sampai 3,5 tahunSarjana 3 sampai 4 tahun, ditambah Studienkolleg
BahasaB1Biasanya B2 sampai C1 untuk program berbahasa Jerman
Kerja sampinganSampai 20 jam per minggu (dengan izin)140 hari penuh atau 280 setengah hari per tahun
Setelah lulusSering langsung dipekerjakan tetap oleh perusahaanMencari pekerjaan sendiri

Risiko kuliah yang jarang dibicarakan

Kuliah di Jerman berat, apalagi dalam bahasa asing. Menurut studi pusat penelitian pendidikan tinggi Jerman (DZHW), sekitar 41 persen mahasiswa internasional program sarjana tidak menyelesaikan kuliahnya. Banyak yang harus bekerja sampingan untuk membiayai hidup, dan waktunya untuk belajar menjadi kurang.

Di Ausbildung, pelajaran dan praktik saling terhubung: dua minggu di sekolah kejuruan, lalu kamu menerapkan yang kamu pelajari di perusahaan. Kamu punya pembimbing tetap, gaji tetap dan kontrak yang jelas.

Seorang peserta Ausbildung dari Indonesia di ruang produksi bersama Dr. Manuel Behmüller
Belajar di tempat kerja sungguhan, dengan gaji sejak bulan pertama.

Setelah Ausbildung, kuliah masih mungkin

Ausbildung tidak menutup pintu kuliah. Di Jerman, orang yang sudah menyelesaikan Ausbildung dan punya pengalaman kerja beberapa tahun di banyak negara bagian boleh kuliah di bidangnya, bahkan tanpa ijazah setara Abitur. Aturannya berbeda per negara bagian. Banyak lulusan juga memilih jalan lain: Meister atau Techniker, dengan gaji yang sering setara lulusan universitas.

Untuk siapa Ausbildung lewat Acaluna tidak cocok

Kalau tujuan utamamu kuliah, jangan gunakan Ausbildung sebagai jalan pintas. Perusahaan mitra kami melatihmu tiga tahun karena mereka ingin kamu tetap bekerja di sana setelahnya. Kami hanya menyalurkan hubungan kerja jangka panjang di perusahaan yang serius. Kalau kamu ingin kuliah, carilah informasi langsung dari DAAD dan universitas.

Kalau kamu ingin bekerja dengan tangan dan kepala, menerima gaji sejak hari pertama dan membangun hidup di Jerman, cek sekarang apakah kamu bisa mendaftar.

Sumber

  • Kedutaan Besar Jerman di Jakarta: jumlah rekening blokir untuk mahasiswa 2026
  • § 16b dan § 16a Aufenthaltsgesetz: izin kerja mahasiswa dan peserta Ausbildung
  • BIBB: gaji Ausbildung menurut perjanjian kerja kolektif 2025
  • DZHW: studi putus kuliah mahasiswa internasional (2022)